Setelah peluncuran produk terbaru kami, Roasted Nut Butter dipertengahan tahun 2025 lalu, kami mendapat cukup banyak respon balik dari pelanggan yang telah mencoba. Menarik bahwa pertanyaan dan komen terbanyak justru tentang tekstur, beberapa pelanggan punya pengalaman yang serupa, tutup dibuka, lalu terlihat lapisan minyak tipis di bagian atas.
Pertanyaannya serupa:minyaknya misah ya, Ini masih bagus atau..?, minyak diatasnya dibuang ya?…
Pertanyaan itu sangat wajar, karena pengalaman kita dengan selai kacang selama ini adalah tekstur yang halus saat kemasan dibuka, tidak ada endapan minyak dipermukaan, homogen dan konsisten , sejak olesan pertama sampai olesan terakhir, meskipun telah disimpan beberapa bulan.
Untuk menjawabnya, yuk kita melihat lebih dalam ke proses & fenomena dalam industri selai kacang.

Ketika Kacang Menjadi Selai
Sejatinya selai kacang adalah kacang yang dihaluskan hingga menghasilkan tektur yang lembut dan mudah dioles (spreadable), bisa dari berbagai jenis kacang dengan tingkat kematangan yang berbeda, ada yang dari raw (kacang mentah) atau yang lebih umum adalah dari kacang yang sudah dimatangkan (umumnya melaui proses roasting). Saat kacang digiling menjadi selai, minyak dan padatan ini menyatu menjadi pasta yang lembut, kita kenal sebagai selai kacang natural atau murni (kemudian dikembangkan dengan penambahan bahan lainnya yang memberi karakter rasa sesuai selesa pasar, misalnya penambahan gula, garam, vanila, kayumanis, dll..)
Di dalam selai kacang terdapat dua komponen utama yaitu minyak alami dari kacang dan padatan kacang yang telah digiling halus. Keduanya memiliki berat jenis yang berbeda. Dalam penyimpanan, seiring berjalannya waktu, bagian minyak yang lebih ringan perlahan akan naik ke permukaan, sementara padatan kacang yang lebih berat akan turun ke bawah. Proses alami ini sering terlihat sebagai lapisan minyak di bagian atas, dan tekstur yang lebih padat (caking) dan cendering kering di bagian bawah.
Aduk Rata & Selai Kembali Lembut Menyatu, Siap Dinikmati
Perlu kuatir jika selai kacang yang baru dibuka permukaanya nampak berminyak? Tidak perlu lagi, kemungkinan besar itu adalah selai kacang natural. Umumnya produsen selalu mencantumkan informasi petunjuk pengguanan pada kemasan. Cek informasi komposisi, masa pakai dan saran penyajian pada kemasan. Untuk dapat menikmati selai dengan textur yang halus merata dan konsisten hingga olesan terakhir, cukup dengan mengaduk selai perlahan dari bawah keatas sampai padatan dan minyak kembali menyatu , cukup beberapa adukan ringan setiap kali sebelum menikmatinya.
Produksi selai kacang natural umumnya dikerjakan oleh artisan pangan, biasannya bekerja dengan batch / kapasitas yang relatif kecil hingga menengah, karena persebaran produknya pada umumnya lebih terbatas jangkaunnya dari produk bermerek yang telah memiliki pasar yang lebih luas.
Cara lain yang juga efektif untuk mempermudah pengadukan untuk selai yang telah tersimpan cukup lama adalah dengan meletakan jar selai dengan posisi terbalik(tutup jar menghadap kebawah) selama beberap saat sebelum siap diaduk untuk dinikmati.
Mengapa Ada Selai Kacang yang Tidak Pernah Terpisah? Texturnya konsisten dari awal sampai olesan terakhir?
Selain selai kacang natural, yang paling mudah kita jumpai di pasaran tentunya adalah selai kacang dengan berbagai merek popular yang diproduksi pabrik-pabrik besar. Produksi selai kacang pada tingkat pabrikan biasanya dilakukan dengan sistim masal, mass production, batch yang lebih besar, dan menawarkan produk yang lebih stabil dan textur yang halus, konsisten, homogen, dari olesan pertama hingga akhir. Kebutuhan pemenuhan saluran distribusi yang lebih luas, jangkauan pasar yang lebih jauh, juga menuntut produk harus memiliki usia simpan, shelf life, yang lebih panjang agar produk tetap dapat diterima konsumsen dalam keadaan baik dan layak konsumsi.
Untuk menghasilkan selai kacang dengan textur yang stabil dan homegen, siap pakai tanpa perlu pengadukan biasanya diperlukan bahan pengemulsi atau emulsifier dan penstabil alias stabilizer. Meskipun sering disebut bersamaan, keduanya memiliki fungsi yang berbeda namun saling menopang:
- Emulsifier adalah bahan tambahan pangan yang berfungsi mengikat dua komponen yang secara alami sulit untuk bersatu. Dalam konteks selai kacang, emulsifier berperan mengikat komponen minyak (selain minyak kacang, dapat juga dari tambahan pasta perisa) dan komponen padatan pada selai kacang (selain padatan kacang, bisa juga padatan lainnya seperti gula, garam, vanila, dll) agar tidak terjadi pemisahan minyak dan padatan. Selayaknya ‘jembatan’ , emulsifier memiliki satu ujung yang mengikat minyak, dan ujung lainnya mengikat padatan. Emulsifier yang umum dipakai pada selai kacang adalah lecitin, dan mono atau diglycerides (E471)
- Stabilizer adalah bahan tambahan pangan yang berfungsi menjaga kestabilan ikatan antara minyak dan padatan yang telah terbentuk oleh bantuan emulsifier tadi, agar tetap stabil, tidak berubah selama penyimpanan. Agar selai kacang tetap memiliki komposisi yang homegen dan stabil. Stabilizer yang umum pada produk selai kacang adalah :minyak nabati terhidrogenasi parsial atau penuh (hydrogenated vegetable oil : soybean / rapeseed oil, palm oil, palm stearin, fully hydrogenated vegetable oil)
Singkatnya, emulsifier berperan mencampur minyak dan padatan , sedangkan stabilizer berperan menjaga campuran tetap stabil.
Keunggulan produk selai kacang ini adalah penggunaan yang nyaman, produk siap pakai tanpa perlu pengadukan namun tetap memberi rasa homogen & tekstur yang konsisten pada setiap olesan.
Kamu Pilih Yang Mana ?
Biasakan membaca kemasan sebelum membeli. Kemasan produk selai kacang yang telah berijin edar resmi biasanya memuat semua keterangan esensial yang dibutuhkan pelanggan. Bagian komposisi biasa memuat urutan nama bahan sesuai komposisi dalam produk; bahan dengan komposisi tertinggi terletak paling awal, dan seterusnya sampai bahan yang paling kecil takarannya dalam formulasi.
Selai kacang natural biasanya memiliki komposisi bahan yang cukup sederhana, dari bahan-bahan yang akrab dengan keseharian kita.
Selai kacang dengan produksi masal biasanya lebih kompleks dalam komposisi,biasaya karena adanya penambahan bahan tambahan pangan (BTP) seperti emulsifier, stabilizer, pengawet / antioksidan (antitengik).
Bagi yang mengutamakan kepraktisan, selai kacang yang konsisten dalam textur dan mudah dalam pengggunaan, langsung pakai tanpa perlu diaduk manual, -selai kacang dengan formulasi tambahan dapat menjadi pilihan yang ideal untukmu Tetapi jika kamu adalah pencinta selai kacang dengan rasa otentik, sederhana dan clean label, produk artisan dapat menjadi pilihan yang tepat. Selai kacang artisan yang biasanya diproduksi dari kacang lokal sering juga menawarkan petualangan rasa, karena karakter kacang, rasa & komposisi minyak, dari satu daerah dapat berbeda dengan daerah lainnya, namun kembali lagi kita harus siap untuk mengaduk isi jar selai sebelum menikmatinya!

Maraknya berbagai merek selai kacang dengan kemasan menarik & menggiurkan, dari brand besar hingga merek lokal artisan memberi kita ruang untuk memilih yang lebih luas. Pada akhirnya, bukan tentang mana yang lebih benar, tetapi lebih pada apa yang sesuai dengan gaya hidup, lifestyle yang kita adopsi.

