Kelompok Kenari Onong Tou Munaseli Pantar Alor

Kelompok Kupas Kenari  Onong Tou Munaseli Pantar Alor

Memasuki tahun ke-5 bermitra dengan kelompok kupas Kenari Onong Tou Munaseli di pulau Pantar Kabupaten Alor . Kelompok yang beranggotakan 12 perempuan dan diketuai oleh Rubenson Hibu yang akrab kami sapa kaka Ruben, seorang sarjana peternakan milenial yang memilih pulang kampung untuk membangun dan tumbuh bersama komunitasnya. Kelompok ini melayani kebutuhan kacang kenari Alor dalam bentuk kacang kenari dengan kulit ari maupun Kacang Kenari kupas yang siap pakai.

Jarak antara kota kupang (lokasi dapur produksi kami) dan tempat kaka Ruben yang cukup jauh, membuat setiap kunjungan sangat bermakna, dapat bertemu langsung dengan kaka Ruben dan mama-mama anggota kelompok, berbincang hangat bertukar cerita dengan keluarga yang juga tinggal disekitar lokasi rumah jemur.

kak marten

Untuk dapat sampai ke Munaseli dari kota Kupang, ditempuh dengan penerbangan sekitar 50 menit ke kota Kalabahi (Ibu kota kabupaten Alor) dilanjutkan perjalanan darat dengan kendaraan sekitar 45 menit menuju kecamatan Alor kecil, kemudian dengan perahu motor sekitar 1 jam untuk tiba di desa Munaseli -pulau Pantar.

Alam Alor yang penuh pesona menjadikan setiap kunjungan seperti wisata sambil kerja. Jika beruntung, dalam perjalanan laut kita dapat menyaksikan kawanan lumba-lumba yang seolah menari diatas ombak.

Kelompok Onong Tou saat ini telah bekerja dengan SOP yang kita bangun bersama secara kolaboratif (kelompok Onong Tou, Wahana Visi Indonesia – Kupang NTT sebagai pendamping kelompok, dan MAMA ANA sebagai off taker), menyelaraskan kebutuhan standard kualitas bahan baku dengan kondisi dan tantangan sekitar. 

Salah satu tahapan penting  dalam produksi kacang kenari kupas yang dikerjakan kelompok Onong Tou adalah  penjemuran kacang kenari dalam rumah pengering tenaga surya. Tidak hanya memastikan kenari kering merata,  tetapi juga memenuhi parameter organoleptic (rasa, bau , warna) yang disepakati bersama.

Kacang kenari hadir dengan cangkang keras namun biji yang rapuh dan rentan oksidasi , ditambah kondisi alam yang humid, menuntut perlakuan khusus agar hasil alam ini dapat melalui rantai pasok panjang dari petani pengumpul di hutan atau mamar, petani pemecah cangkang, proses sortasi awal, pengupasan, jemur-sortasi-pengepakan dan pengiriman aman untuk dapat tiba di Kupang dalam kondisi yang sesuai standard kualitas rumah produksi.

Share your love