20230811_105623

 Jejak Asal, Nilai yang Terjaga – Kenari Alor kini Berindikasi Geografis

Pengembangan komoditas lokal unggul tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, lembaga pendamping, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha agar potensi yang dimiliki dapat berkembang menjadi produk yang bernilai, berdaya saing, dan punya masa depan.

20230925_171246

Semangat kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan Kenari Alor hingga memasuki lembaran baru dengan terbitnya Sertifikat HAKI IG (Hak Atas Kekayaan Intelektual Indikasi Geografis) Kenari Alor.  Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama sejak terbentuknya Konsorsium Kenari Alor pada Oktober 2023. Diprakarsai & dikoordinir oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) , konsorsium ini mempertemukan petani Alor, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pemerintah Kabupaten Alor, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Universitas Tribuana Kalabahi, MAMA ANA & Timur Rasa dalam satu visi yaitu pengembangan ekosistem & rantai nilai Kenari Alor yang berkelanjutan 

20230810_133448 (1)

Dalam kegiatan bertajuk ‘Talk Show & Serah Terima Sertifikat Indikasi Geografis Kenari Alor’ pada 23 Juni 2026 di Kalabahi, Kabupaten Alor yang diselenggarakan oleh Wahana Visi Indonesia dan dibuka oleh Wakil Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur, dilakukan serah terima Sertifikat Indikasi Geografis oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur kepada Ketua MPIG (masyarakat Pemerhati Indikasi Geografis) Kenari Alor Daniel Laure, sebagai representasi komunitas masyarakat yang akan menjaga dan mengelola Indikasi Geografis Kenari Alor di masa mendatang. 

Terbitnya Sertifikat Indikasi Geografis selain adalah bentuk pengakuan hukum atas nama “Kenari Alor”, juga merupakan pengakuan atas keterkaitan yang erat antara kualitas dan karakteristik Kenari Alor dengan lingkungan alam serta pengetahuan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun yang semakin memperkuat identitas Kenari Alor sebagai komoditas khas Alor yang  ekonomi, budaya, dan ekologi. Terdapat dua jenis produk yang tersertifikasi yaitu kacang Kenari Alor dengan kulit ari, dan kacang Kenari Alor kupas kulit ari. 

Sebagai bagian dari ekosistem Kenari Alor, perjalanan MAMA ANA sebagai inovator produk bermula pada tahun 2018 ketika diperkenalkan kepada kacang Kenari Alor oleh Wahana Visi Indonesia.  Sejalan dengan fokus kami pada pangolahan pangan berbasis sumber daya lokal, kami mulai mengolah Kenari Alor dengan tetap mengacu pada DNA produk MAMA ANA yaitu clean label & simple processing, dan tetap mengedepankan aspek keamanan pangan, presentasi yang modern dan relevan dengan kebutuhan pasar. Memulai dengan profil bahan baku & proses pada tingkat petani yang begitu ‘hijau’ : hasil hutan bukan budidaya, natural produk- jika secara resmi belum dapat dilabel organik karena belum tersertifikasi, dipanen sesuai musim oleh masyarakat (wild harvest), proses pengupasan hasil panen yang melibatkan begitu banyak kelompok masyarakat khususnya perempuan, pengeringan dilakukan dalam rumah pengering tertutup berbasis tenaga surya, & budaya yang melekat erat… maka memaknai inovasi produk setelah semua itu dalam konteks Kenari Alor, bukan semata pada kemampuan mengubahnya menjadi sesuatu yang jauh berbeda dari keberadaan dan karakter aslinya, tetapi bagaimana memberi nilai tambah tanpa menghilangkan identitasnya—tetap autentik, alami, dan tetap menghadirkan cita rasa serta manfaat yang telah diberikan alam. Tantangan terbesar bukan hanya menciptakan produk olahan Kenari Alor yang relevan dengan pasar, tetapi juga membangun positioning dengan tepat. Karenanya, inovasi produk dan strategi positioning berjalan beriringan, – inovasi menciptakan produk dengan nilai yang melekat, dan  positioning memastikan nilai tersebut tersampaikan dan dapat dipahami pasar.

Saat ini MAMA ANA menghadirkan produk Kenari Alor Oven  sebagai snack sehat dan Kenari Butter sebagai olesan kacang alami. Respon positif & kepercayaan pasar yang terus terbangun menjadi semangat energi yang sangat bermakna bagi kami, sebuah bukti bahwa produk lokal dapat memiliki tempat di pasar modern.  Konsumen di hilir menjadi bagian penting yang melengkapi rantai nilai Kenari Alor , menciptakan permintaan yang berdampak bagi petani, pengolah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem ini. Saat ini pasar kami masih terfokus di tingkat lokal dan nasional,dan kami  terus menjajaki peluang perluasan pasar Kenari Alor.  Salah satu langkah penguatan pasar adalah digitalisasi bisnis melalui pengembangan website yang terintegrasi dengan e-commerce, sehingga cerita perjalanan kenari Alor semakin meluas, produk semakin mudah ditemukan, diakses, dan dibeli oleh konsumen tanpa terhalang batas wilayah, waktu, & bahasa. 

20230811_105623
20230811_105623

Dengan diperolehnya status Indikasi Geografis dan semakin baiknya penerimaan pasar, Kacang pohon yang penuh nutrisi ini kini memiliki fondasi yang semakin kuat untuk berkembang sebagai produk unggulan daerah yang berdaya saing, memiliki identitas yang kuat, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang. 


Eksplorasi konten lain dari MAMA ANA

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.